Cuplikan berikut ini adalah sebuah dokumentasi pribadi pada saat melakukan kegiatan pendakin gunung mt.Slamet......Selamat menyaksikan,...!!!!
Rabu, 19 Juli 2017
Pendakian Pertama di Mt. Guntur 2249 mdpl Garut-Jawa Barat
![]() |
| pendakian di mt.Guntur 2249 mdpl ,Garut Jawa Barat |
Salam
hangat , salam petualang !!! Kali ini saya akan sedikit berbagi cerita ,
pengalaman dan sedikit teknik- teknik yang dilakukan pada saat melakukan kegiatan pendakian di puncak gunung Guntur – Garut. Sebelumnya minta maaf tidak di cantumkan waktu
,tanggal dan tahun petualangan tersebut.
Waktu
itu kita berangkat bertiga (saya) yang di tengah, (Rivqi) sebelah kiri, dan
(Sandi)di sebelah kanan yang memakai jaket warna orange. Kesan yang pertama
kali dirasakan pada saat pendakian adalah rasa kesal karena tak kunjung sampai
di tempat nge camp (tempat peristirahatan / mendirikan tenda). Kita bertiga
berangkat kira-kira pukul 08:00 malam dari
rumah dan Sampai di Basecamp Guntur sekitar pukul 08:30, waktu pemberangkatan
terasa cepat karena tempat tinggal kita juga tiga jauh dari Gunung tersebut
berada.
Tiba
di basecamp kita langsung mengisi formulir pendakian dan bergegas langsung
jalan usai mengisi formulir tersebut. Pendakian dimulai pada saat pukul 09:00
malam, tidak terlalu membingungkan untuk jalurnya karena dalam setiap perjalanan
sudah ada petunjuk arah menuju puncak, beda hal nya dengan yang sering di
lakukan saya sendiri berpetualang di alam bebas langsung yang biasanya harus membuat
jalur sendiri, bertahan hidup (survivel), membuat api, mencari makanan, mendirikan
bypack dan lain sebagainya.
Beberapa
kali istirahat serta minimnya penerangan akhirnya kita sampai di pos 1 kurang
lebih pukul 10:00 malam. Mungkin dari sinilah petualangan kita di mulai dan
mungkin juga berbeda dengan teman-teman yang sebelumnya sudah pernah melakukan kegiatan pendakian di gunung Guntur.
Sehubungan Sandi yang sudah pernah kesini dan sudah mengetahui trek
jalurnya, maka saya mempercayai kepada dia untuk menjadi pemimpin perjalanan
(leader) kali ini. Lanjut cerita ketika waktu kami
beristirahat sejenak di pos 1 dan sedikit membahas tentang jalur yang akan di
lalui, Sandi memberitahukan kepada saya dan rivqi bahwa jalur pendakian Guntur
hanya ada 1 dan jika ingin ke puncak harus melalui pos 2 dan pos 3 serta untuk
area camp terakhir yaitu di pos 3. Tetapi yang saya inginkan bahwa langsung pergi
menuju puncak dan untuk mendirikan tenda (camp) langsung di puncak .
Akhirnya
kita berunding kembali membahas jalur
yang akan di lewati dan kebetulan juga di pos 1 itu ada warung yang masih berjualan.
Lantas kitapun langsung menghampiri warung tersebut (warga sekitar kaki gunung Guntur
yang berjualan di area pos 1) dan langsung bergegas menanyakan “apakah ada
jalur selain jalur pos 2 dan pos 3 agar kita bisa langsung menuju puncak. Warga
tersebutpun memberitahukan kepada kita bahwa selain jalur yang umum di lewati
para pendaki untuk menuju puncak ( melewati jalur pos 2 dan pos 3) ada juga jalur yang
bisa tembus ke puncak 1, yaitu mengambil arah kiri jalan sebelum jalur tanjakan
bebatuan, tetapi untuk air harus membawa dari bawah karena di area jalur kiri
tidak ada mata air sama sekali sampai puncak dan untuk jalur kiri tersebut
sangat terjal serta jalurnya penuh dengan kerikil tanpa ada pijakan kaki
sedikitpun.
Mendengar
informasi dari warga tersebut akhirnya kita memutuskan untuk mendaki
menggunakan jalur kiri ( jalur ilegal). dan pada pukul 10:00 malam kita
melanjutkan kembali perjalanan yang sebelumnya sudah mengambil air terlebih dahulu menggunakan plastic ikan
kurang lebih 10 liter untuk perbekalan
nanti di perjalanan.
Aneh
memang aneh perjalanan sudah beberapa jam tetapi perasaan masih tetap berada di
posisi yang sama. karena jalurnya yang terjal serta sulit untuk di lalui, dan
dipenuhi batu kerikil, setiap kali kita melangkah 1 langkah malah mundur 2
langkah dan itu terus-terusan yang terjadi kepada kita. Tenaga kita
terus-terusan terkuras tetapi langkah kita tak kunjung bertambah malah yang ada
malah kembali ke posisi semula dan kadang-kadang malah menurun.
Dengan
posisi seperti ini, dari tenaga terus-terusan terkuras, penglihatan yang sudah
tidak jelas karena banyaknya debu yang masuk ke mata kita, serta cara kita
berpikir sudah tidak lagi maximum dan jelas. Maka kita pun mengambil keputusan
untuk istirahat dulu sejenak sekedar mengisi energi yang kita butuhkan serta membuat kopi untuk
menghangatkan badan agar terhindar dari dehidrasi dan hipotermia.
Karena
kita semua juga mengetahui bahwa dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh serta
hipotermia yaitu gejala yang sangat berbahaya yang di akibatkan temperature tubuh
kita menurun sangat drastic akan
meyebabkan fatal terhadap kita bahkan bisa menimbulkan kematian.
Lanjut
cerita akhirnya setelah beberapa menit kita istirahat dan mengisi tubuh kita
dengan sedikit energy yang di butuhkan, kita pun melanjutkan kembali perjalanannya.
Dari pengalaman sebelumnya bahwa ketika
kita berjalan di trek yang penuh dengan kerikil kita dapat mengetahui teknik
pendakian pada saat mendaki pada jalur tersebut. Cara mendaki jalur tersebut
bukan memaksakan kaki kita untuk di tuntut terus berjalan tanpa melihat
sekitarnya yang bisa di manfaatkan.karena hal yang demikian itu sangat menguras
tenaga bahkan apa yang kita tuju bisa-bisa tidak tercapai karena terhambatnya
oleh keadaan medan serta fisik yang cepat lelah.
Teknik pendakian pada jalur seperti ini
kita bisa memanfaatkan keadaan sekitar seperti hal nya memanfaatkan tonjolan
batu besar atau gundukan rumput liar yang bisa jadi pijakan kaki serta bisa
memanfaatkan tumbuhan liar yang merambat untuk pegangan kita.
Empat
jam berlalu dari pos 1 dan akhirnya kitapun sampai di puncak pertama (puncak
bayangan).dan tendapun kami dirikan, lekas memasak dan secepatnya istirahat. Untuk
pendakian dari puncak 1 (puncak bayangan) ke puncak 2 yaitu memerlukan sekitar
15 menit dan dari puncak 2 menuju puncak 3 itu rata-rata memerlukan waktu 20-30
menit menggunakan teknik pendakian pada jalur kerikil.
Mungkin
sekian catatan petualangan saya ini, mudah-mudahan dapat bermanfaat dan mohon
maaf jika ada kata-kata yang tidak enak atau mengandung hal negative.
Sekian dari saya, wassalam.
Catatan
penting : diharapkan tidak melakukan perjalanan seperti saya ini yang melakukan
jalur illegal, ikutilah jalur-jalur yang sudah di sediakan pihak berwenang agar
tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan kita semua.
SALAM
PETUALANG…!!! SAMPAI JUMPA DI KEMUDIAN HARI DAN TUNGGU CERITA-CERITA YANG SERU
LAINNYA…..
Langganan:
Postingan (Atom)
Puncak SAGARA Garut (rinjani nya Jawa Barat)
Tau enggak sih di Garut itu selain terkenal dengan dodol Garut nya yang sangat enak. Ternyata di Garut juga banyak banget tempat...

